Senin, 01 April 2013

EPISODE MISTIS KEHIDUPAN RASULULLAH SAW




SUMBER BACAAN: Episode Mistis Kehidupan Rasulullah SAW. diterjemahkan dari karya aslinya, Bediüzzaman Said Nursi: Prophet Muhammad’s Miracles oleh Sugeng Hariyanto. 2003. Cet. 1 – Jakarta: SIRAJA.

Dari isi buku ini, berisi tentang mukjizat Nabi Muhamad SAW diantaranya terbelahnya bulan, mengalirnya air dari jari-jarinya, kenyangnya orang dengan sedikit makanan, dan berbicaranya binatang, pohon dan batu kepadanya. Dan beberapa peristiwa di masa depan yang terjadi seperti diramalkan dengan perintah Allah SWT.

1.       Mukjizat membelah bulan
“telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat  suatu tanda (mukjizat) mereka berpaling dan berkata:” ini adalah sihir yang terus-menerus”. (al-qur’an, 54:1-2)
Orang –orang Hijaz yang terkenal keras kepala tidak menyenangi nabi Muhammad saw kemudian meminta nabi membuktikan  kenabiannya dengan mukjizat membelah bulan. Tidak ada biografi nabi maupun buku-buku sejarah yang menyatakan mereka menyangkal hal tersebut berkaitan dengan reaksi mereka seperti ayat tersebut.  mereka hanya berkata :” ini adalah sihir yang terus-menerus”.
Mereka menyatakan ini sebuah keajaiban dan mereka akan lebih percaya jika kafilah dari tempat lain melihat hal tersebut. Pada pagi harinya, para kafilah yang datag dari yaman dan tempat lain menyataka bahwa mereka melihat kejadian tersebut. Lagi-lagi orang musyrikin itu menyatakan dengan biasa “nauzhubillah! Sihir keponakan abu thalib telah mempengaruhi banya hal termasuk langit!”
2.       Mukjizat keluarnya air dari jari-jari nabi Muhammad saw
Air mengalir dari jari-jari tagan rasulullah dan banyaknya orang yang meminum air tersebut diriwayatkan oleh para sahabat dengan hadits shahih.
Bukhari, muslim dan penulis kitab hadis shahih lainnya meriwayatkan Anas bahwa : “kami berjumlah 300 orang bersama Rasulullah ditempat yang disebuut dengan zawra. Rasulullah meemrintahkan kita untuk menambil air whudu untuk sholat ashar, tapi kami tidak menemukan cukup air. Saya melihat air keluar dari jari-jari tangannya seperti seperti ancuran. Ketiga ratus orang dalam pasuan itu melakukan whudu dengan air tersebut dan minum air tersebut pula.1
3.       Mukjizat bertambahnya makanan nabi karena berkahnya
Abu ayyub al-ansari tuan rumah yang enerima nabi selama beberapa bulan setelah hijrah, meriwayatkan: ‘aku membuat makanan untuk dua orang yang cukup untuk rasulullah dan abu bakar ash shidiq. Namun, nabi menyuruhku untuk mengundang tiga puluh kaum ansar yang utama. Tiga puluh orag dating dan makan. Lalu beliau memintaku mengundang sebanyak enam puluh orang. Maka aku lakukan dan mereka semua dating dan makan. Masih ada makanan dimangkuk ketika mereka selsai makan. Semua yang makan berbai’at setelah menyaksikan mukjizat tersebut. Mereka makan Makanan yang hanya cukup dua orang. 2
4.       Mukjizat berbicara dengan binatang, pohon dan batu
Para ahli hadits mengutip ibnu mas’ud yang berkata: “pada saat jin dari nusaybin dating ke Batn al-Nakhl untuk masuk islam, dihadapan rasulullah terdapat sebatang pohon yang memberitahu beliau bahwa jin-jin itu akan dating.” Imam mujahid meriwayatkan dari ibnu mas’ud bahwa pada saat jin bertanya bukti kenabian, sebatang pohon dating kepada rasulullah dan kembali lagi ke tempatnya atas perintah rasullulah. Mukjizat tunggal cukup membuat jin masuk islam. 3

5.       Mukjizat meramal masa depan
Nabi meramalkan kematiannya beberapa bulan sebelum terjadi dengan mengatakan: “salah satu hamba Allah telah diberi pilihan  dan dia telah memilih pilihan untuk bersama Allah.” 4
“salah satu anggota badannya (zaid bin sawhan) akan mendahuluinya menuju surga.” 5 ramalan itu menjadi kenyataan ketika salah satu tangan Zaid terpotong dalam peperangan.


1 Nasa’i, 1:60; Bukhari, 4; 233; Muslim, No. 2279; Tirmidzi, No. 3635.
2  Al-Shifa’, 1:292; Diriwayatkan Oleh Tabrani, Ibnu Kathir Dan Baihaqi.
3 Bukhari, 5:58; Juga diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan I. Hanbal.
4 Bukhari, 9:60; I. Hanbal, 2:288; Hakim, Mustadrak, 4: 479
5 Bukhari, 4:247; Muslim, 4:1781.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar