Minggu, 08 September 2013

BEBERAPA HADITS DHA'IF DAN PALSU SEPUTAR PUASA RAMADHAN



Diantara permasalahan di bulan Ramadhan adalah adanya hadits-hadits Dha'if (lemah) yang sering disebarkan atau diucapkan oleh penceramah tanpa menyebutkan kualitas hadits tersebut, baik karena ketidaktahuan atau menganggapnya hadits yang shahih.
Untuk itu, perlu sedikit disini kita mengetahui beberapa diantara hadits-hadits tersebut:

1. Hadits
لَوْ يَعْلَمُ اْلعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتيِ أَنْ يَكُوْنَ رَمَضاَنُ السَّنَةَ كُلَّهَا، إِنّ اْلجَنَّةَ لَتُزَيَّنُ لِرَمَضَانَ مِنْ رَأْسِ اْلحَوْلِ إِلىَ اْلحَوْلِ ...
"Seandainya hamba-hamba tahu apa yang ada di bulan Ramadhan pasti ummatku akan berangan-angan agar Ramadhan itu jadi satu tahun seluruhnya, sesungguhnya Surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya...." hadits ini panjang.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan dinukil oleh Ibnul Jauzi dalam Kitabul Maudhu'at (Kitab tentang Hadits-hadits palsu, 2/188-189) dan Abu Ya'la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada al-Muthalibul Aaliyah (Bab A-B/ manuskrip) dari jalan Jabir bin Burdah, dari Abi Mas'ud Al-Ghifari.
Hadits ini Maudhu' (palsu), cacatnya pada Jabir bin Ayyub, riwayat hidupnya dinukil Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan (2/101) dan (beliau) berkata: "Terkenal dengan kelemahan (dha'if)" beliau juga menukil ucapan Abu Nu'aim tentangnya: "Dia itu suka memalsukan hadits." Al-Bukhari juga berkata, "Haditsnya tertolak", dan menurut an-Nasai, "matruk" (ditinggalkan/tidak dipakai haditsnya)."!!
2. Pembagian bulan ramadhan menjadi tiga bagian
Hadits

يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ الله ُصِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلَتِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ اْلخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ... وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَوَسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ...
"Wahai manusia sungguh telah datang pada kalian bulan yang agung, bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban, dan shalat malamnya sebagai sunnat. Barangsiapa mendekatkan diri di dalamnya dengan suatu perkara kebaikan maka dia seperti orang yang menunaikan suatu kewajiban pada bulan lainnya.. DIALAH BULAN YANG AWALNYA ITU RAHMAT, PERTENGAHANNYA ITU MAGHFIRAH/AMPUNAN, DAN AKHIRNYA ITU 'ITQUN MINAN NAAR/BEBAS DARI NERAKA.." sampai selesai.
Dua murid terpercaya Syeikh Al-Bani (wafat 2 Oktober 1999) yakni Syeikh Ali Hasan dan Syeikh Al-Hilaly mengemukakan, hadits itu juga panjang dan dicukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur.
Menurut murid ahli hadits ini, hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah juga, (no. 1887), dan Al-Muhamili di dalam Amali-nya (no 293) dan Al-Ashbahani di dalam At-Targhib (Q/178, B/ manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini, menurut dua murid ulama Hadits tersebut, sanadnya Dhaif (lemah) karena lemahnya Ali bin Zaid.
Ibnu Sa'ad berkata, "Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya," dan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, "Tidak kuat". Ibnu Ma'in berkata, "Dha'if." Ibnu Abi Khaitsamah berkata, "Lemah di segala segi", dan Ibnu Khuzaimah berkata: "Jangan berhujjah dengan hadits ini karena jelek hafalannya." demikianlah di dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323).
Hadist diatas bertentangan dengan hadits shahih riwayat Tirmidzi “maghfirah/ampunan Allah sepanjang bulan ramadhan.”
3. Hadits
صُوْمُوْا تًصِحُّوْا
"Berpuasalah maka kamu sekalian sehat."
Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam al-Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Said, dari ad-Dhahhak, dari Ibnu Abbas.
Nahsyal itu termasuk yang ditinggal (tidak dipakai) karena dia pendusta, sedang Ad-Dhahhaak tidak mendengar dari Ibnu Abbas.
Dan diriwayatkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath (1/Q, 69/ al-Majma'ul Bahrain) dan Abu Na'im di dalam ath-Thibbun Nabawi, dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud, dari Zuhai bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih, dari Abi Hurairah. Sanadnya Dha'if (lemah). (Berpuasa menurut Sunnah Rasulullah SAW, hal. 84).
“Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa.” (HR. Bukhari)
 “Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah.” (HR. Mutafaq'alaih)
Dari hadits-hadits shahih diatas menjelaskan berbuka puasa dengan segera dan makan sahur supaya kondisi tubuh kita tetap baik. Itu berarti bahwa puasa tidak menjamin kita tetap sehat jika kita tidak berbuka dan sahur.
4. hadits
“Tidak puasa di bulan ramadhan dengan sengaja dapat diganti puasanya dengan hari lain.” (HR Alwi Muthawis)
Peringatan bagi orang yang meninggalkan puasa tanpa alasan dibawakan oleh Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ketika aku sedang tidur tiba-tiba ada dua orang yang datang dan memegang pangkal lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang tinggi seraya berkata: "naiklah!" aku berkata: "aku tidak bisa", keduanya berkata lagi: "kami akan memberi kemudahan kepadamu", lalu akupun naik sampai ke pertengahan, tiba-tiba terdengar suara keras. Aku bertanya: "Suara apa itu?" Mereka menjawab: "Itu suara teriakan penghuni Neraka" Kemudian mereka membawaku mendaki lagi, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang yang digantung dengan urat belakang mereka, dari pinggiran mulutnya mengeluarkan darah. Aku bertanya: "Siapakah mereka?" Dijawab: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa (pada) bulan Ramadhan sebelum tiba waktunya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, Shalat Tarawih)
“Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits shahih diatas menjelaskan masuk neraka orang yang SENGAJA tidak puasa pada bulan ramadhan tanpa sebab yang dibenarkan, Puasanya tidak bisa diganti puasanya pada hari lain walaupun puasa terus menerus.
5. Tidur dianggap ibadah pada bulan ramadhan
Hadits

الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ
“Orang yang berpuasa adalah tetap di dalm ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”
Hadits ini sering kali kita dengan, paling tidak maknanya ada yang mengatakan tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah sehingga kemudian dijadikan alasan untuk menghabiskan waktu dengan tidur saja. Bahkan barangkali, shalat lima waktu ada yang bolong padahal kualitas hadits ini adalah DHO’IF.
Hadits tersebut disebutkan oleh Imam As-Suyuthiy di dalam kitabnya “al-jami’ ash shaghir”, riwayat ad-Dailamy di dalam musnad al-firdaus dari Anas. Imam Al-Manawy memberikan komentar dengan ucapannya, “didalamya terdapat periwayat bernama Muhammad Bin Ahmad Bin Sahl, Imam Adz-Dzahaby berkata di dalam kitabnya Adh-Dhuafa, Ibnu ‘Ady berkata, ‘dia termasuk orang yang suka memalsukan hadits.’

Hendaklah kita memperbanyak melakukan ibadah dibandingkan tidur, seperti QS. Adz-Dzariyat:17-18.
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (Adz-Dzariyat: 17-18).
6.      Hadits
Lima hal yang MEMBATALKAN puasa yakni berbohong, ghibah, namimah, sumpah palsu dan melihat lawan jenis dengan syahwat dikategorikan HADIST PALSU.
Hadits shahih tentang berbohong

“Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya.” (HR. Bukhari)

Itu berarti berbohong/berdusta tidak membatalkan puasa tapi mengurangi nilai pahala puasanya sehingga yang ia dapat hanya lapar dan haus saja.

Senin, 27 Mei 2013


SETIA


Panas terik menyengat hingga membuat aku keluar dari kelas, kebetulan hari ini, mata kuliah berakhir dengan sukses tanpa membuatku ngantuk. Melihat dari kejauhan kedai-kedai makanan yang kini penuh sesak dipadati mahasiswa yang kelaparan. menu-menu tersedia dari nasi ayam, nasi ikan, mie ayam, bakso, gado-gado, tekwan wah aq jadi tambah lapar. Belum lagi minuman yang melepas dahaga dari es teh, es jeruk mpe es campur, tak tertahankan...

Aku cari-cari sesuatu disaku, beberapa lembar lima ribu, seribu, dua ribu. Setelah diitung-itung lebih dari sepuluh ribu, cukuplah buat nasi ayam sama es jeruk. Tapi masalahnya bukan masalah uang sih..

“hei, kekantin yuk?? Aku traktir lho..” ajak seorang temanku, membuatku sedikit kaget.

“nggak, makasih. Aku... lagi puasa.” tolakku sambil senyum polos. “oh, maaf ya, aq lupa, ini kan hari senin, hehe” nyengirnya, lalu ia bergegas ke kantin. Heuh.. napa traktir hari senin sih, aku kan lagi puasa senin kamis. Ya, bukan rezekiku, pikirku.

Sedari tadi, Aku masih terpaku di depan kelas lantai atas, mengamati sekelilingku. Dari mengamati kantin, beralih mengamati musholla. Sholat zuhur masih sepuluh menit lagi, namun di musholla masih sepi, ya mungkin beberapa masih kuliah, selebihnya berada di kantin ngisi perut dulu baru ke musholla.

Aku mengamati musholla bagian putri, kali aja diantaranya ada orang yang aku kenal. Pada kemana nih temen-temen, di kelas nggak ada orang. Ngelirik kantin, ternyata muka-muka mereka berada disana, semua pada asyik-asyiknya makan.

Eh, nggak sengaja ngelirik mushola bagian putra, lokasinya memang strategis untuk diamati,  sepi juga.. hanya beberapa orang saja. Daripada nggak ada kerjaan, nggak ada teman, mending ke musholla nunggu beduk azan. Terpaksalah aku berjalan gontai sendirian ke mushola dengan kepala tertunduk.

Sejuk juga rasanya udah sholat. Aq duduk diteras mushola, tatapanku lurus kedepan, namun sebenarnya pikiranku masih melayang, makan apa buka puasa ntar??  Beli bubur kacang ijo atau masak ya?? Tapi masak apa??.

Beberapa mahasiswa mulai keluar dari kelas, kemudian serempak menuju mushola, Diantara beberapa yang keluar itu, seseorang perempuan dengan senyum simpul mendekat kearahku. Tadinya aku tak memperdulikannya, tapi dia mengamatiku dari kejauhan. Setelah aku amati, ternyata tak salah lagi, dia temanku. Sebut aja namanya Izky.

Senyum riangnya menyapaku, aku senyum juga. Dia masih seperti yang dulu, tak ada yang berubah darinya. seperti kebanyakan orang. Kami berbincang-bincang santai, tentang kuliah, tugas, Apalagi K-pop, nggak ada abis-abisnya buat dibicarain.

Setelah puas, berbincang-bincang, kami berpisah. Izky mengambil wudhu, dan aku kembali ke kelas. Dalam perjalanan menuju ke kelas, pembicaraan terakhir masih mengiang ditelingaku. Sontak aku melirik sebentar kearah musholla bagian putra. Yups, tepat disana, seorang laki-laki yang terakhir kami bicarakan tadi.

Aku tidak tahu banyak tentang laki-laki itu, hanya mendengar dari cerita Izky aja. Dari awal pertama melihatnya ketika opdik, aku cukup kagum. Setelah itu, tidak kelihatan lagi. Ternyata laki-laki itu sekelas dengan Izky dan membuatku kaget, Izky menyukainya. Aku pikir, Izky sekedar kagum saja, namun Izky menyimpan rasa lebih dari sekedar kagum.

Teman-teman dikelasnya selalu menggoda mereka berdua, ya mungkin kedekatan diantara mereka, namun laki-laki itu maupun Izky mengelak dan menganggap hanya sebatas teman. Yang membuat aku heran adalah, Izky bisa menyembunyikan perasaan sesungguhnya, sehingga pertemanan mereka semakin akrab.

tanpa kuketahui temanku datang dan sedari tadi melihatku sedang mengamati laki-laki itu. “oww, suka ma Vran ya?? Dari tadi di amatin terus..hehe” kata-katanya sempet bikin aku shock. “bukan aku, tapi teman aku. Kamu kenal dengan dia??” tanyaku. “hmm... dia itu satu SMA denganku, malah sekelas, haha..” tawanya. “waktu pas masuk SMA, dia duduk didepan aku. Dulu dia itu, pendek, kecil, kurus, putih tapi imutt banget..”lanjutnya.

 “yang bener?? Hahah.. terus, terus..” pintaku. “Vran itu saking imutnya, kami sekelas beri dia nama. Tau nggk namanya apa??” aku geleng-geleng. “namanya guk guk, hahaha... terus dia marah, dia bilang kayak gini, namaku bukan guk guk, namaku Vran, hahah” geli banget denger cerita temenku itu, “aku heran waktu kelas 3 SMA, Vran itu masih kecil, pendek, kok sekarang dia tambah tinggi, imutnya ilang malah berubah jadi tampan.” aku pikir, bener juga ucapannya, hehe.. memang Vran itu tampan.

beberapa bulan berlalu, ujian semester kedua telah selesai. Seharusnya aku libur dirumah, tapi karena ada beberapa urusan, aku kembali ke kampus.  Hanya beberapa hari, lalu kembali pulang ke rumah. aku menaiki taksi, disebelah kananku bapak-bapak setengah baya, asyik mengotak-atik hape-nya. Selama perjalanan, pikiranku masih melayang jauh. Yups, janjiku pada temenku si Izky, aku bakalan buatin dia cerpen. Ceritanya antara dia dengan Vran.

Aku bahkan tidak mengetahui banyak tentang Vran, terutama perasaannya dengan Izky sendiri. Aku malah bingung, terpaksalah aku men-chat  Vran. Tujuannya hanya ingin tau, apakah Vran itu ada perasaan yang sama atau sekedar teman dengan Izky. Sebelum pulang ke rumah, aku sempatkan buka FB di perpus. Ternyata pesanku dibalas oleh Vran. Dan jawabannya, singkat, padat dan jelas. Mbak Izky, sahabat aja kok. Jawabannya bikin aku galau, tanpa basa-basi aku kembali membalas pesannya, ku ungkapkan perasaan Izky sebenarnya pada Vran, entah akan dibalas atau tidak, aku tidak perduli. Aku Cuma berharap Vran mengerti perasaan Izky terhadapnya.

Namun, muncul beberapa pertanyaan dalam hatiku. Alasan apa Vran bilang begitu?? Dan aku harus bilang apa pada Izky?? Dan akhir dari cerpennya gimana?? Kalau aku bilang sebenarnya dengan Izky, kemudian Izky menyerah dengan perasaannya selama ini, sakit hati pasti iya,, yaa aku tambah galau.

 Aku masih dalam taksi, bapak sebelahku juga masih disebelah. Entah sengaja atau tidak, bapak setengah baya itu menyetel musik, alhasil semua penumpang menoleh ke belakang. Aku pikir itu suara dering hape-ku, ternyata musik di hape-nya. Tambah risih, ternyata yang diputar lagu remix, kepalaku tambah pusing jadinya. Bapak sebelahku itu, mungkin nyadar diri, dia mengganti musiknya dengan lagu lain, Armada- ingin setia. Aku masih memikirkan hal tadi, tapi tiba-tiba, ide cemerlang muncul saat aku dengar reff lagu armada itu.

Ku tak mungkin mencintaimu,
karena hatiku tlah dimiliki dia
Kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati,
 aku hanya ingin setia.

Karena lagu ini mengingatkanku kata-kata temanku. “Vran itu orang yang setia lho, buktinya dia pacaran dengan temanku, cukup lama. Tau nggak siapa yang nyomblanginnya??” “siapa??” ucapku polos. “ya sapa lagi kalau bukan aku, haha... gini-gini soal comblang, aku jagonya.”ucapnya. “jiaahh sombong nih yee, sampe sekarang mereka pacaran??” tanyaku. “mereka putus waktu kelas 3 SMA. Ya, mungkin karena temanku aja yang buat masalah. Kalau Vran sih, dia kan setia.” Aku hanya bilang oh.. “sekarang dia menjalin hubungan pacaran dengan adik kelas, satu SMA juga, malah sampai sekarang.” Akhir ceritanya.

Dan alasan dari Vran mengatakan hal itu, yaa karena seperti lagu armada itu. Vran ingin setia menjalin hubungan dengan kekasihnya. Perasaan Vran dengan Izky, kita bisa menebaknya masing-masing. Akhirnya aku putuskan untuk memberi taukan kepada Izky, ketika cerita ini aku share.

Setelah beberapa hari berlalu, Izky mengirim pesan sms. Aku kaget membacanya, ternyata Izky kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Istilah kerennya, Balikan lagi. Setelah dipikirkan, tak ada salahnya Izky pacaran kembali dengan mantan kekasihnya. Aku malah bersyukur dengan hal itu, paling tidak setelah Izky tau akan jawaban Vran, sakit hati tak akan membekas lama, karena Izky sekarang bersama mantan kekasihnya (kekasihnya). Aku Cuma bisa berkata selamat buat Izky.


THE END
cerpen spesial buat westy Aqmarcellia Rizky http://cloud13lf.blogspot.com/




Rabu, 08 Mei 2013

YAMADA RYOSUKE’S BIRTHDAY




Happy birthday to you you
Happy birthday to you you
Anata ni okuru baasudei songu OK  #song with YUI-neechan

 
Fakta pertama
Poto dgn tampang innocent nya papa+tembem pipinya itu bikin nggak tahan mw cubit, tau nggak poto itu diambil ketika papa main drama *mungkin bisa dibilang debut pertama acting* bersama kamiki Ryonusuke. Pemenang penghargaan sebagai actor the most search engine (baca: kamiki) berperan dalam drama detective karangan Aoyama Gosho. Yupp,, detective Conan, drama yang tanpa ending dari aku belum sekolah mpe kuliah, Conan nggak gede2, SD melulu. Sama juga kayak Ran, SMA nya nggak lulus juga. *abaikan,
Coba deh minna cari2 di google, nggak ditemukan rentetan drama papa maupun kamiki bermain dlam drama detective Conan. Untuk papa pasti debut pertama dramanya bersama member Hey! Say jump lainnya.
Kalau cari youtube juga bakalan yang keluar drama Kindaichi nya papa. Dan minna search dengan kata kunci detective conan Volume 1, yang muncul malah Gun Oguri. Dan yang jadi conan, menurut aku sih lucu bgt mukanya*kurang sesuai sma karakter conan* Padhal kenyataannya sebelum Gun Oguri, ada yang meranin Shinichi Kudo.
Aku sih nggak kenal juga actornya, tpi sedikit mirip dengan jumpei minami (as Shinichi kudo vol. 3). Kebetulan cari2 di youtube ketemu trailer detective conan. Nggak nyangka pas dibuka terpampang wajah papa, awalnya nggak yakin, tapi pas lihat bagian akhir (biasanya tuh nama actor dan perannya) huruf kanji YAMADA RYOSUKE terpecahkan (山田 ) http://www.johnnys-net.jp/j/artists/hsj/prof/prof.html And yang jadi conan sih kamiki Ryunosuke (神木 隆之). http://www.amuse.co.jp/artist/Ryunosuke_Kamiki/profile.html.
Tapi sayangnya dicampur2 sma detective conan vol. 1, 2 dan 3
Pertanyaanya kenapa drama itu “nggak ditayangkan”? Dari trailer yang udh aku lihat berulang-ulang kali, akhirnya dapet jawaban (menurut analisis gw)
Ketidak sesuaian penampilan. Kalau kita lihat d komik, conan digambarin pake kacamata, badannya lebih kecil dari genta maupun mitsuhiko, selalu pakai baju sekolah walaupun ada juga pake baju kaos. Tentu minna udh tw semua. Tpi kamiki disini, beda bgt penampilannya. Mmang seumuran dengan papa, tpi dia lebih tinggi dri papa, nggk pakai kacamta dan memakai sweater. Kan klau dikomik kan digambarin conan lebih pendek dari pada mitsuhiko. Yang jadi paman kogoro jga beda bgt sma yg dikomik, nah pas ghun oguri yang meranin shinichi nah brut uh ktemu orang yg mirip bgt sma paman kogoro.

Nah papa sama kamiki adu acting juga di drama detective school Qyu. Yama papa as Kyu, Kamichan as Qyu. Pas liat dramanya tinggi mereka sama, hahahha. Tapi Kamiki kurusan, jadi ksihan lihatnya.
Fakta kedua
 Sebagian besar dramanya pasti ttang detektif. Wlaupun bkan sbagai peran utama. Detektif Conan ( As Mitsuhiko), Detektif School Qyu (As Ryu Amakusa), Chugakusei Furuhata (As Ninzaburo Furuhata), Hidarime Tantei Eye (As Ainosuke Tanaka), Kindaichi CF (As Hajime Kindaichi)
Fakta ketiga
Slalu dapet peran sbagai orang yg dingin sedingin batu es, cool, misterius yg kebalikan sma sifatnya yg cerewet (it mmbuktikan papa jago acting). Apa karena tmpangnya yg cool kali ya jdi dpet peran jdi detektif melulu. Misalnya di scraft teacher, detektif school Qyu, hidarime tantei eye, del el el…

Otanjoobi omedetoo yama papa jgn selingkuh ya sama mama chii,, hahah

Rabu, 17 April 2013

profil ahli hadist




Ahli hadist
Sejarah Singkat Imam Malik

Dalam sebuah kunjungan ke kota Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al muwatta' (himpunan hadits) yang diadakan Imam Malik. Untuk hal ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam. Namun Imam Malik memberikan nasihat kepada Khalifah Harun, ''Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia.''

Sedianya, khalifah ingin agar para jamaah meninggalkan ruangan tempat ceramah itu diadakan. Namun, permintaan itu tak dikabulkan Imam Malik. ''Saya tidak dapat mengorbankan kepentingan umum hanya untuk kepentingan seorang pribadi.'' Sang khalifah pun akhirnya mengikuti ceramah bersama dua putranya dan duduk berdampingan dengan rakyat kecil.

Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ilmu yang sangat terkenal.


Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya.

Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia.

Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Kendati demikian, ia pernah berguru pada ulama-ulama terkenal seperti Nafi' bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab az Zuhri, Abul Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said al Anshari, dan Muhammad bin Munkadir. Gurunya yang lain adalah Abdurrahman bin Hurmuz, tabi'in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat; juga Imam Jafar Shadiq dan Rabi Rayi.

Dalam usia muda, Imam Malik telah menguasai banyak ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan. Tidak kurang empat khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Hadi Harun, dan Al Ma'mun, pernah jadi murid Imam Malik. Ulama besar, Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i pun pernah menimba ilmu dari Imam Malik. Belum lagi ilmuwan dan para ahli lainnya. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang.
 

Ciri pengajaran Imam Malik adalah disiplin, ketentraman, dan rasa hormat murid kepada gurunya. Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ''Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.''

Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja'far, gubernur Madinah. Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai'at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai'at kepada khalifah yang mereka tak sukai.

Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai'at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja'far meminta Imam Malik tak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja'far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja'far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa.

Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam. Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji.


Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.

Dari Al Muwatta' Hingga Madzhab Maliki

Al Muwatta' adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimewaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat.

Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta' tak akan lahir bila Imam Malik tidak 'dipaksa' Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta'. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M).

Dunia Islam mengakui Al Muwatta' sebagai karya pilihan yang tak ada duanya. Menurut Syah Walilullah, kitab ini merupakan himpunan hadits paling shahih dan terpilih. Imam Malik memang menekankan betul terujinya para perawi. Semula, kitab ini memuat 10 ribu hadits. Namun, lewat penelitian ulang, Imam Malik hanya memasukkan 1.720 hadits. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan. Selain Al Muwatta', Imam Malik juga menyusun kitab Al Mudawwanah al Kubra, yang berisi fatwa-fatwa dan jawaban Imam Malik atas berbagai persoalan.

Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta', kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki.


Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu).

Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.



.:: HaditsWeb ::.