Senin, 18 Maret 2013

perbandingan dinasti Tang dan dinasti Ming



SEJARAH ASIA TIMUR
Perbandingan Dinasti Tang dan Dinasti Ming di Cina




KATA  PENGANTAR
           Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah perbandingan dua Dinasti besar di Cina, yaitu Dinasti Tang dan Dinasti Ming. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Perbandingan Dua Dinasti Tang dan Dinasti Ming di Cina”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ibu Sri Kartika yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang perbandingan dua Dinasti Tang dan Dinasti Ming tersebut.
Semoga Makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
                                                                                    Indralaya, November 2012

                                                                                                  Penyusun




Daftar isi





Cover
Kata Pengantar ........................................................................................................... IV

BAB I
PENDAHULUAN……………………….................................................................01
                                LATAR BELAKANG MASALAH..............................................................01
                               RUMUSAN MASALAH……………………………………………………01
                 
BAB II
PEMBAHASAN ........................................................................................................08
                              AWAL BERDIRINYA DINASTI TANG ………….……………..……..08
                                PENDIRI DAN KAISAR YANG BERKUASA……………………….....09
                                KEMAJUAN DI BIDANG POLEKSOSBUD………………… ……...... 09
       AWAL BERDIRINYA DINASTI MING..………… ……………………09
            PENDIRI DAN KAISAR YANG BERKUASA……...……………............09
                      KEMAJUAN DI BIDANG POLEKSOSBUD……………………………............09
                                                                                             
BAB III
PENUTUP ..................................................................................................................10
            KESIMPULAN ..............................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................11











BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG

            Negeri Cina terletak di Asia bagian Timur. Di sebelah Barat dan utaranya berbatasan dengan Siberia dan Mongolia (Gurun Gobi). Negeri Cina merupakan Negara yang memiliki peradaban tertua dan tinggi tingkat peradabannya. Sisa-sisa peradabanya ialah  potensi alam yang besar, di mana terdapat tiga sungai besar di sana yaitu, Sungai Huang Ho, Sungai Yan Tze Kiang dan Sungai Huai.
            Beberapa Dinasti yang lahir di Cina yang menghantarkan Cina sebagai pusat peradaban dan kebudayaan tertinggi masa itu, salah satu Dinasti yang terkenal ialah Dinasti Tang dan Dinasti Ming, kedua Dinasti ini cukup menghegemoni di wilayah Asia Timur, hingga terkenal di kawasan Asia lainnya, sampai ke Afrika kawasan Timur dekat Eropa, bahkan bangsa Mongolpun berusaha untuk merebut wilayah Cina ini, hingga kelak lahirlah Dinasti Yuan di Cina.
            Dinasti-dinasti besar yang lahir di Cina berpusat di sekitar ke tiga Sungai yang disebutkan di atas tadi, sehingga semakin mendukung kemajuannya, utamanya di kawasan CIna bagian Utara pusat kebudayaan tertinggi masa itu. Berdasarkan catatan Cina, sebelum abad ke 14 Cina sudah memilki peradaban yang digawangi oleh Dinasti Shang tahun 1766-1122 SM.
            Perlunya pembuatan makalah ini menjadikan kita banyak belajar di kebudayaan Cina, yang mana Cina terkenal dengan perdagangannya hingga sampai saat ini, orang-orang Cina pun terkenal sebagai pedagang yang ulung dan pelaut yang ulung. Bahkan sebelumnya Cina sduah terkenal di kawasan Arab sebagai negeri yang memilki peradaban yang baik, kemajuan dan kemampuan orang Cina dalam mengelola potensi alamnya, kemudia sudah di temukannya bubuk meseu, porselin dan banyak kebudayaan lainnya yang sudah terkenal masa itu. Itulah kenapa hadits mengatakan “Tuntutlah ilmu walaupun jauh ke Negeri Cina” hal ini membuktikan akan kemajuan Cina serta peradban tinggi yang ia miliki.


RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Sejarah awal berdirinya Dua Dinasti besar tersebut..?
2. Faktor apa yang mendukung kemajuan dua Dinasti tersebut..?
3. Kaisar-kaisar apa yang pernah berkuasa..?
4. Bagaimana strategi dalam memajukan dua Dinasti besar tersebut..?
TUJUAN PENULISAN
1. Mahasiswa mengetahui dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina..
2. Mahasiswa mampu memahami perkembangan DInasti-dinasti Cina
3. Mengembangkan dan memecahkan permasalahan serta analisis kejayaan Dinasti-dinasti Cina
4. Mampu memahami secara komperhensif Dinasti-dinasti yang berkuasa di Cina











BAB II
PEMBAHASAN
1. DINASTI TANG (618 M - 906 M)
Kejayaan Dinasti Tang dianggap sebagai era keemasan dalam sejarah China, masa dimana China menjadi bangsa yang terbesar dan terkuat di dunia. Puncak kejayaan Dinasti Tang merujuk pada masa antara pemerintahan Kaisar Taizong dan Xuanzong.
A. KAISAR TAIZONG (599-649 M)
Setelah ayahnya turun  tahta, Li Shimin yang bergelar kaisar Tang Taizong memerintah pada tahun 599- 649 M. Dengan kecerdasannya dalam bidang politik yang mengkombinasikan kekuatan militer dan diplomasi, serta memecah belah suku-suku di sekitarnya, ia menjadikan Tiongkok sebagai negara terkuat di Asia Utara. Ia menghancurkan sepenuhnya kekuatan suku – suku Turki Timur dan berhasil menguasai Daerah Ordos serta Mongolia Dalam. Meskipun kedudukan tertinggi adalah seorang kaisar, Taizong sangatlah  rendah hati, hormat dan penuh toleransi. Ia bahkan menaikkan pangkat orang yang telah menentangnya. Taizong selalu tekun dan bercita-cita tinggi. Dengan demikian, Ia bukan saja sebagai pendiri Dinasti Tang namun juga berperan sebagai panutan bagi kaisar-kaisar selanjutnya.
B. KEBUDAYAAN PADA PEMERINTAHAN KAISAR TAIZONG
Taizong menaruh perhatian besar pada seni kaligrafi. Ia mendirikan Istana Hongwen dan menunjuk para pelukis kaligrafi terkenal untuk mengajarkan para pelajar. Ia memberikan perintah bagi semua pejabat yang pangkat kedudukannya di atas tingkat kelima harus pergi ke Istana Hongwen untuk mempelajari seni kaligrafi. Taizong mengagumi seni kaligrafi dari Wang Xizhi (303–361), seorang diantara pelukis kaligrafi yang terkenal, sebagai “sempurna dalam kenaikan dan seni” dan diakui sebagai gaya kaligrafi Wang.Tarian dan musik zaman Dinasti Tang menampilkan gerakan terbaik dari generasi sebelumnya, dan mengadopsi saripati kebudayaan dari banyak bangsa minoritas maupun bangsa di Barat. Musik dan tarian pada periode ini adalah gambaran sejati dari sebuah masyarakat yang damai dan makmur dengan kemajemukan ratusan bangsa dalam keharmonisan yang sempurna.
Taizong tidak hanya menghormati aliran Konfusianisme namun juga mendukung Taoisme dan Buddhisme. Selama era Dinasti Tang, terdapat sebuah sistem pemujaan yang lengkap kepada langit dan bumi serta para Dewa.
Negara lain mengadopsi banyak kebijakan termasuk budaya dari Dinasti Tang. Di antara yang pergi ke ibu kota Chang’an, untuk mempelajari budaya Tang adalah anggota keluarga kerajaan, utusan, pelajar, seniman dan biksu. Chang’an menjadi ibu kota terbesar di dunia pada saat itu.
Pengganti Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut Tiongkok diperintah oleh Gaozong (649 – 683), Zhongzong (684; 705 – 710), dan Ruizong (684 – 690; 710 – 712). Kaisar Gaozong adalah seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya sedikit demi sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius, bernama Wu Zetian (690 – 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada tahun 660 dan mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai bertindak atas nama suaminya di dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang kaisar, yakni Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum akhirnya pada tahun 690, ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar dan menyebut Dinastinya dengan nama Zhou. Kemudian ratu wu turun tahta dan mulai bangkit kembali kejayaan dinasti tang
C. KAISAR XUANZONG (712-756 M)
Kebudayaan dan kesenian dinasti Tang makin berkibar pada masa kaisar berikutnya yang bergelar Xuanzong (712 – 756). Dimana ia juga merupakan seorang seniman. Salah satu prestasi besarnya adalah pembuatan patung lembu yang terbuat dari besi tuang, dimana patung tersebut ditemukan kembali pada tahun 1989 sejumlah empat buah.
Hukuman mati, Selama masa pemerintahan Kaisar Xuanzong, hanya kaisar yang bisa menjatuhkan hukuman mati terhadap narapidana. Hal ini mengakibatkan rendahnya jumlah eksekusi pada masa pemerintahannya: 24 eksekusi pada tahun 730 dan 58 eksekusi pada tahun 736. Pada tahun 747, kaisar menghapuskan hukuman mati sama sekali. Namun, setelah pemerintahannya digulingkan oleh pemberontakan Lushan An, hukuman mati dihidupkan kembali..
 D. KERUNTUHAN DINASTI TANG
Kaisar-kaisar Dinasti Tang setelah Xuanzong merupakan kaisar-kaisar yang lemah dan masa akhir Dinasti Tang ditandai dengan kekacauan dan pemberontakan. Salah satu pemberontakan terbesar yang menggoyahkan Dinasti Tang adalah pemberontakan An Lushan yang berlangsung hingga tahun 763 selama pemerintahan dua kaisar, yakni Suzong (756 – 762) dan Daizong (762 – 779). Pemberontakan ini menyita kekayaan dan kekuatan Dinasti Tang. Kelemahan Dinasti Tang ini tidak disia-siakan oleh Bangsa Tibet yang berulang kali menyerang Tiongkok hingga tahun 777 M.
Selama periode berikutnya, Tiongkok kembali mengalami perpecahan dan kekacauan. Lima dinasti secara berturut-turut berkuasa di utara (Liang Akhir, Tang Akhir, Jin Akhir, Han Akhir, dan Zhou Akhir), sementara itu di selatan terdapat sepuluh kerajaan. Oleh karenanya periode sejarah ini dinamakan Wu Dai Shi Guo (Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan).
2. Dinasti Ming ( 1363-1644 )
Runtuhnya Dinasti Tang hingga lahirnya Dinasti Ming
            Setelah Dinasti Tang runtuh, Dinasti Sung lah yang berkuasa. Banyaknya perebutan kekuasaan di antara lima dinasti dan sepuluh kerajaan. Akhirnya Dinasti Sung berhasil mempersatukan Cina dengan membawa perubahan besar terhadap Cina masa itu :
1. Rakyat boleh menduduki jabatan penting asal terpelajar dan mampu
2. Neo-konfusionisme berkembang, ajaran itu menggabungkan ajaran konfusionisme, budhisme dan taoisme. Pada masa itu banyak penemuan-penemuan penting, seperti magnet dan alat percetakan, seni pembuatan porselin, dan seni lukis pemandangan berkembang.


Masuknya Bangsa Mongol di Cina
Bangsa Manchu merebut wilayah utara cina tahun 1126. Ibu kota dipindahkan dari kai feng ke hang chou di lembah sungai yang tze kiang yang subur. Tahun 1200 bangsa Mongol memerintah Cina dengan kejam. Meluaskan kekuasaan ke seluruh Asia Tengah termasuk Indonesia.
Bangsa Mongol memerintahkan Cina dengan kejam, meluaskan kekuasaan ke seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia.  Namun bangsa Mongol dapat di halau oleh Dinasti Ming pada pertengahan abad ke 13, dinasti ini berkuasa di Cina, dari tahun 1368-1644 masehi puncak kejayaanya hingga pengaruhnya sampai ke Asia Timur. Tahun 1500-1600, pedagang dari Eropa di anggap bangsa rendahan oleh orang-orang Cina, akibat penajajahan yang dilakukan oleh bangsa Mongol masa itu, sehingga orang-orang Eropa dikatakan bangsa rendahan.

Latar Belakang Berdirinya Dinasti Ming
            Dinasti Ming merupakan salah satu dinasti yang didirikan oleh pemberontakan petani, yang mana dalam masa sebelumnya petani diberikan pajak yang besar untuk menghidupi kegiatan pemerintahan kaisar, yang sebelumnya dipegang oleh dinasti Yuan yang merupakan dinasti didirikan oleh bangsa Mongol, serta perlakuan yang kejam membuat orang masa itu sangat takut dengan dinasti Yuan ini.
a. Awal Pemerintahan Dinasti Ming
Zhu Yuanzhnag merupakan kaisar pertama yang ahli dalam strategi, pada saat ingin mempersatukan wilayah Cina, dia melakukan penguatan dalam hal logistic, guna menghindari peperangan. Hingga akhirnya ia mampu mempersatukan wilayah kawasan pesisir Timur, selama 300 tahun ke depan terhitung dari tahun 1368 kekuasaan dinasti Ming tetap berjaya, Zhu Yuanzhnag terkenal dengan nama Kaisar Hongwu, karena ia menetapkan Hongwu sebagai tahun pemerintahan, sehingga ia dikenal dengan sebuat Kaisar Hongwu.
            Pada tahun itu juga kaisar Hongwu melakukan ekspedisi terhadap wilayah utara, yang di tempati oleh Dinasti Yuan yang sudah mulai melemah, sehingga dapat dengan mudah di kalahkan, serta orang-orang Mongol pun dikembalikan ke daerahnya masing-masing terusir dari wilayah Cina.
            Hal yang dilakukan oleh Kaisar Hongwu pada saat awal menjadi Kaisar
*      Melaksanakan kebijakan yang lebih memihak terhadap rakyat
*      Mengembalikan gerak roda Perekonomian
*      Mengembalikan reformasi birokrasi dinasti Yuan, yang cenderung korup
*      Meringankan beban pajak petani
*      Menghukum pejabat yang korupsi, serta tak pandang bulu, baik itu dari kala ngan menteri dalam dinasti tersbeut atau bukan.
*      Membuat badan intelejen, sehingga menjadi kekuasaan yang absolute ditangan kaisar.
*      Memperlakukan orang secara adil, baik dia yang berjasa terhadap pemerintahan atau pun kaisar.

b. Awal Pemerintahan Kaisar Jianwen
Kaisar Jianwen adalah cucu tertua dari Kaisar Hongwu atau Zhu Yuanzhang, yang merupakan anak dari Zhu Biao, zhu yang belum sempat naik tahta. Karena mati muda.
Setelah Kaisar Hongwu meninggal dunia, tahta digantikan oleh Kaisar Jianwen, namun di sini terjadi kudeta antara Kaisar Jianwen dan Raja Zhu Di, di mana masing-masing ingin mendapatkan kekuasaan. Hal ini dipicu oleh Menteri Qi Tai yang menasehati Kaisar Jianwen untuk membersihkan lawan politiknya, termasuk Raja Zhu Di yang merupakan salah satu keturunan dari kakeknya yaitu pamannya sendiri. Setelah tersiar berita pembersihan lawan poltik tersebut yang satu persatu dianatara lawan politik telah dikalahkan, maka tiba giliran Raja Zhu Di yang akhirnya melakukan persiapan dan melakukan penyerbuan langsung di kawasan ibu kota Nanjing pada tahun 1399, atas nasihat perdana menteri Yaou Guangxio. Hingga akhirnya timbul perang saudara antara Kaisar Jianwen dan Raja Zhu Di yang merupakan pamannya sendiri.
Kekalahan jatuh pada pihak Kaisar Jiawen, dan Raja Zhu Di menggantikannya. Hingga dikenal dengan Kaisar Yongle 

c. Awal Pemerintahan Kaisar Yongle
            Masa Kaisar Yongle adalah masa awal kejayaan dari Dinasti Ming. Ekspedisi militer dilakukan oleh Kaisar Yongle untuk mempertahankan kejayaannya. Annam (sekarang Vietnam) berhasil ditaklukkan dan kemudian menjadi protektorat Ming. Kaisar Yongle juga memimpin ekspedisi ke utara untuk memukul mundur bangsa Mongol ke Asia Tengah demi mencegah ancaman dari mereka.
Tahun 1405, Kaisar Yongle juga memerintahkan Zheng He untuk memimpin ekspedisi maritim ke lautan selatan. Tujuh kali ekspedisi melayari lautan sampai ke Madagaskar.
Pada tahun 1406, istana kekaisaran dibangun di Beiping (sekarang Beijing) dan menggunakan Beiping sebagai basis untuk melakukan ekspedisi ke Mongolia. Sampai pada tahun 1422, pembangunan dan perkembangan Beiping sangat pesat dan Kaisar Yongle kemudian menitahkan untuk memindahkan ibukota dari Nanjing ke Beiping. Beiping kemudian berganti nama menjadi Beijing.
Masa pemerintahan Yongle ditandai dengan kedamaian dan kemajuan yang pesat di seluruh negeri. Dalam catatan sejarah, masa ini dikenal sebagai era kejayaan Yongle Namun, di balik masa kejayaan ini, Kaisar Yongle bukanlah seorang kaisar yang pengasih. Hukuman yang dijatuhkan kepada lawan politik dan oposisi tidak berkurang, ditandai dengan peristiwa penjatuhan hukuman mati sepuluh kerabat kepada Fang Xiaoru. Ini merupakan peristiwa satu-satunya di dalam sejarah Cina yang biasanya hanya membunuh sampai sembilan kerabat.
Kaisar Yongle wafat pada tahun 1424 dan digantikan oleh anaknya, Zhu Gaochi.
d. Awal Pemerintahan Kaisar Zhu Gaochi (Hongxi)
Setelah Kaisar Yongle wafat pada tahun 1424, anak sulungnya Zhu Gaochi naik tahta menggantikannya sebagai kaisar. Era pemerintahan diganti menjadi Hongxi. Malangnya, ia meninggal tahun berikutnya dalam usia 48 tahun.
Walau era pemerintahannya sangat pendek, namun Kaisar Hongxi melakukan banyak keputusan yang penting di antaranya menghentikan ekspedisi maritim Zheng He dan ekspedisi militer. Ia juga mempromosikan produksi rakyat demi perkembangan ekonomi, mengampuni banyak tawanan politik, meringankan hukuman penjara dan melakukan penghematan di banyak bidang.
e. Awal Pemerintahan Kaisar Xuande
Pada tahun 1431, Kaisar Xuande merasakan bahwa pengiriman upeti dari negara-negara protektorat Ming menyusut. Oleh karenanya, ia memerintahkan Zheng He untuk mempersiapkan ekspedisi maritim ketujuh. Ekspedisi ini menjadi ekspedisi terakhir bagi Zheng He karena ia kemudian meninggal di Guli, sebuah kota di pesisir India.
Masa pemerintahan Kaisar Xuande diwarnai dengan campur tangan kasim dalam keputusan kekaisaran yang dilarang sejak masa pemerintahan Kaisar Hongwu. Kaisar Xuande juga dijuluki sebagai kaisar jangkrik karena ia sangat gemar memelihara dan berlaga jangkrik. Hal ini menyebabkan para menteri dan kasim di istana berlomba-lomba untuk memberikan hadiah jangkrik kepada sang kaisar.
Walaupun ada berbagai kekurangan di atas, namun pada masa ini rakyat Ming mengalami kehidupan yang relatif aman dan tenteram. Era ini dikenal sebagai pemerintahan Renxuan diambil dari gelar kedua kaisar yang memerintah, Renzong dan Xuanzong.
f. Awal Pemeritahan Kaisar Zhengtong
Pada tahun 1435, Zhu Qizhen naik tahta dengan gelar Yingzong dan era tahun Zhengtong. Kaisar Zhengtong adalah satu-satunya kaisar dinasti Ming yang memerintah dengan dua era pemerintahan, Zhengtong dan Tianshun setelah restorasi tahta kekaisaran.
Masa pemerintahan Kaisar Zhengtong diwarnai dengan penyalahgunaan wewenang oleh kasim ternama, Wang Zhen. Wang adalah seorang guru kekaisaran yang kemudian dikebiri untuk menjadi kasim di dalam istana. Wang secara terang-terangan melanggar peraturan Kaisar Hongwu bahwa kasim tidak diperbolehkan untuk mencampuri urusan kenegaraan. Selama kurun waktu tujuh tahun dengan latar belakang sebagai kasim kesayangan kaisar, tindak-tanduknya yang korup semakin merajalela.
Seiring dengan ini, kekuatan suku Oirat di Asia Tengah makin meningkat. Pada tahun 1449, Esen Khan dari Oirat menginvasi Beijing. Wang Zhen lalu memaksa Kaisar Zhengtong untuk memimpin langsung 500.000 tentara keluar dari Beijing untuk menahan serangan Mongol. Karena pasukan ini tidak terlatih dan juga bermoral rendah menyebabkan garis depan dapat dikalahkan oleh pasukan Mongol.
Mendengar kekalahan ini, Wang Zhen lalu takut untuk meneruskan pertempuran melawan Mongol dan memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur. Kuatir kampung halamannya akan luluh lantak setelah dilewati pasukan Ming, ia mengambil rute jalan yang lebih jauh sehingga menyebabkan pasukan Oirat berhasil mengejar pasukan Ming sesampai Kastil Tumu.
Dalam pertempuran di kastil Tumu ini, Kaisar Zhengtong berhasil ditawan oleh Esen Khan, sedangkan Wang tewas dalam pertempuran. Dalam beberapa catatan sejarah tidak resmi, dikatakan bahwa Wang tewas karena dibunuh oleh jenderal Fan Zhong, pengawal kekaisaran yang tidak puas akan tindak tanduk Wang. Namun kebenaran peristiwa ini tidak diakui oleh sejarah resmi kekaisaran. Peristiwa ini dikenal sebagai Insiden Tumu dalam catatan sejarah.
g. Awal Pemerintahan Kaisar Zhu Qiyu
Setelah kabar bahwa insiden ini sampai ke Beijing, menteri-menteri kuatir akan keselamatan mereka bila Beijing jatuh ke tangan Oirat mengusulkan untuk memindahkan ibukota ke Nanjing dan menyerahkan Beijing. Namun usulan ini ditolak oleh salah seorang menteri, Yu Qian yang kemudian menyarankan supaya adik dari Kaisar Zhengtong, Zhu Qiyu untuk meneruskan tahta kekaisaran demi kelanjutan dinasti. Zhu kemudian naik tahta dengan gelar Daizong dan era pemerintahan Jingtai.
Esen Khan sampai ke Beijing namun tidak berhasil menguasai Beijing karena pertahanan kota yang relatif kuat karena strategi pertahanan Yu Qian. Yu Qian kemudian memimpin pasukan Ming keluar Beijing dan memukul mundur pasukan Oirat. Esen Khan kemudian mundur bersama pasukannya dengan membawa Kaisar Zhengtong sebagai tawanan.
Yu Qian tidak menghiraukan tawaran damai dari Esen Khan sebagai tebusan atas Kaisar Zhengtong, namun menyusun strategi pertahanan yang lebih kuat dan selanjutnya mengusir pasukan Oirat lebih jauh ke utara. Esen Khan memperlakukan Kaisar Zhengtong dengan baik dan kemudian melepaskannya setelah merasa bahwa tidak ada gunanya lagi menawan sang kaisar pada tahun 1450.
Restorasi Kaisar  Zhengtong
Kaisar Zhengtong yang dilepaskan oleh Esen Khan kemudian pulang ke Beijing. Malangnya, kepulangannya ini tidak disambut gembira oleh Kaisar Jingtai, sang adik yang bertahta menggantikannya selama menjadi tawanan.
Walaupun atas saran para menteri, Kaisar Jingtai memberikan gelar Maha Kaisar, namun ia tidak keluar menyambut Kaisar Zhengtong di gerbang kota, malah menjatuhkannya sebagai tahanan rumah di Istana Selatan. Lebih jauh, Zhu Jianshen yang sebelumnya adalah putra mahkota dicabut gelarnya dan digantikan oleh anak Kaisar Jingtai, Zhu Jianji yang tak lama kemudian meninggal karena sakit.
Sepeninggal Zhu Jianji, Kaisar Jingtai yang tidak mempunyai putra lainnya tidak juga mengembalikan kedudukan Zhu Jianshen sebagai putra mahkota. Pada tahun 1457, Kaisar Jingtai sakit parah dan beberapa menteri merencanakan kudeta untuk merestorasi Yingzong sebagai kaisar. Kudeta ini menyebabkan beberapa menteri yang setia kepada Jingtai dijatuh hukuman mati, di antaranya Yu Qian.
Kaisar Jingtai kemudian diturunkan kedudukannya menjadi raja dan meninggal sebulan kemudian. Sebaliknya, Yingzong bertahta kembali sebagai kaisar dengan era tahun Tianshun.
Runtuhnya Dinasti Ming
            Dinasti Ming dikalahkan oleh bangsa Manchu dari wilayah Manchuria. Bangsa itu membentuk Dinasti Ching. Seperti bangsa Mongol, bangsa Manchu juga dianggap bangsa asing. Hanya bedanya bangsa Manchu dapat menyesuaikan diri dengan kebudayaan Cina, dan sangat mendukung Neo-konfusionisme. Mereka meniru system pemerintahan Dinasti Ming. Selama tahun 1661-1799 merupakan masa kejayaan Dinasti Ching. Pengaruh Cina sampai ke Mongolia, Tibet dan Asia Tengah. Perdagangan hasil pertanian dan industru berkembang pesat.




















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam pembahasan kedua Dinasti besar ini dapat disimpulkan bahwa Cina telah menunjukan bahwa Cina merupakan salah satu tempat yang memilki peradaban yang tinggi, sepanjang sejarah. Selain didukung oleh letak yang strategis, potensi alam serta masyarakat yang sangat menjunjung tinggi peradaban semakin membuat Cina menjadi salah satu tempat yang memilki peradaban tinggi.
Selain itu hubungan perdagangan antar Negara sudah dilakukan di negeri Cina ini, bahkan sudah terjadi kontak dengan bangsa-bangsa Arab, India, Eropa dan Indonesia. Beitulah yang dapat ditunjukan dari posisi yang strategis Cina. Hingga peradaban ini sangat terkenal. Bahkan bangsa Mongol pun sangat ingin menduduki wilayah Cina sehingga pada saat itu lahirlah Dinasti Yuan.
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, banyak terjadi kesalahan dari pemakalah. Kemudian literature yang kurang menjadikan makalah ini jauh dari mendekati sempurna. Maka dari itu kami selaku penulis mengucapkan mohon maaf pada pembaca, karena banyak terjadi kesalahan ataupun kekurangan dalam hal penulisan serta sumber. Jika ada kritik dan saran kami sangat bersedia menerimanya dengan senang hati, kritik yang membangun akan menjadi sebuah pembelajaran untuk kedepannya.






Daftar Pustaka
Mengenai Hukuman Di Zaman Dinasti Tang. apakabarsejarah.blogspot.com

Serial Sejarah: Dinasti Tang (618-906). ICCSG Studying Indonesian-Chinese culture. Posted at http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/16128

Tang Dynasty From Wikipedia, the free encyclopedia/www.wikipedia.com
Dinasti Tang: Puncak Kebudayaan China./ http://m.epochtimes.co.id
Wikipedia.dinasti Ming




Tidak ada komentar:

Posting Komentar