Senin, 27 Mei 2013


SETIA


Panas terik menyengat hingga membuat aku keluar dari kelas, kebetulan hari ini, mata kuliah berakhir dengan sukses tanpa membuatku ngantuk. Melihat dari kejauhan kedai-kedai makanan yang kini penuh sesak dipadati mahasiswa yang kelaparan. menu-menu tersedia dari nasi ayam, nasi ikan, mie ayam, bakso, gado-gado, tekwan wah aq jadi tambah lapar. Belum lagi minuman yang melepas dahaga dari es teh, es jeruk mpe es campur, tak tertahankan...

Aku cari-cari sesuatu disaku, beberapa lembar lima ribu, seribu, dua ribu. Setelah diitung-itung lebih dari sepuluh ribu, cukuplah buat nasi ayam sama es jeruk. Tapi masalahnya bukan masalah uang sih..

“hei, kekantin yuk?? Aku traktir lho..” ajak seorang temanku, membuatku sedikit kaget.

“nggak, makasih. Aku... lagi puasa.” tolakku sambil senyum polos. “oh, maaf ya, aq lupa, ini kan hari senin, hehe” nyengirnya, lalu ia bergegas ke kantin. Heuh.. napa traktir hari senin sih, aku kan lagi puasa senin kamis. Ya, bukan rezekiku, pikirku.

Sedari tadi, Aku masih terpaku di depan kelas lantai atas, mengamati sekelilingku. Dari mengamati kantin, beralih mengamati musholla. Sholat zuhur masih sepuluh menit lagi, namun di musholla masih sepi, ya mungkin beberapa masih kuliah, selebihnya berada di kantin ngisi perut dulu baru ke musholla.

Aku mengamati musholla bagian putri, kali aja diantaranya ada orang yang aku kenal. Pada kemana nih temen-temen, di kelas nggak ada orang. Ngelirik kantin, ternyata muka-muka mereka berada disana, semua pada asyik-asyiknya makan.

Eh, nggak sengaja ngelirik mushola bagian putra, lokasinya memang strategis untuk diamati,  sepi juga.. hanya beberapa orang saja. Daripada nggak ada kerjaan, nggak ada teman, mending ke musholla nunggu beduk azan. Terpaksalah aku berjalan gontai sendirian ke mushola dengan kepala tertunduk.

Sejuk juga rasanya udah sholat. Aq duduk diteras mushola, tatapanku lurus kedepan, namun sebenarnya pikiranku masih melayang, makan apa buka puasa ntar??  Beli bubur kacang ijo atau masak ya?? Tapi masak apa??.

Beberapa mahasiswa mulai keluar dari kelas, kemudian serempak menuju mushola, Diantara beberapa yang keluar itu, seseorang perempuan dengan senyum simpul mendekat kearahku. Tadinya aku tak memperdulikannya, tapi dia mengamatiku dari kejauhan. Setelah aku amati, ternyata tak salah lagi, dia temanku. Sebut aja namanya Izky.

Senyum riangnya menyapaku, aku senyum juga. Dia masih seperti yang dulu, tak ada yang berubah darinya. seperti kebanyakan orang. Kami berbincang-bincang santai, tentang kuliah, tugas, Apalagi K-pop, nggak ada abis-abisnya buat dibicarain.

Setelah puas, berbincang-bincang, kami berpisah. Izky mengambil wudhu, dan aku kembali ke kelas. Dalam perjalanan menuju ke kelas, pembicaraan terakhir masih mengiang ditelingaku. Sontak aku melirik sebentar kearah musholla bagian putra. Yups, tepat disana, seorang laki-laki yang terakhir kami bicarakan tadi.

Aku tidak tahu banyak tentang laki-laki itu, hanya mendengar dari cerita Izky aja. Dari awal pertama melihatnya ketika opdik, aku cukup kagum. Setelah itu, tidak kelihatan lagi. Ternyata laki-laki itu sekelas dengan Izky dan membuatku kaget, Izky menyukainya. Aku pikir, Izky sekedar kagum saja, namun Izky menyimpan rasa lebih dari sekedar kagum.

Teman-teman dikelasnya selalu menggoda mereka berdua, ya mungkin kedekatan diantara mereka, namun laki-laki itu maupun Izky mengelak dan menganggap hanya sebatas teman. Yang membuat aku heran adalah, Izky bisa menyembunyikan perasaan sesungguhnya, sehingga pertemanan mereka semakin akrab.

tanpa kuketahui temanku datang dan sedari tadi melihatku sedang mengamati laki-laki itu. “oww, suka ma Vran ya?? Dari tadi di amatin terus..hehe” kata-katanya sempet bikin aku shock. “bukan aku, tapi teman aku. Kamu kenal dengan dia??” tanyaku. “hmm... dia itu satu SMA denganku, malah sekelas, haha..” tawanya. “waktu pas masuk SMA, dia duduk didepan aku. Dulu dia itu, pendek, kecil, kurus, putih tapi imutt banget..”lanjutnya.

 “yang bener?? Hahah.. terus, terus..” pintaku. “Vran itu saking imutnya, kami sekelas beri dia nama. Tau nggk namanya apa??” aku geleng-geleng. “namanya guk guk, hahaha... terus dia marah, dia bilang kayak gini, namaku bukan guk guk, namaku Vran, hahah” geli banget denger cerita temenku itu, “aku heran waktu kelas 3 SMA, Vran itu masih kecil, pendek, kok sekarang dia tambah tinggi, imutnya ilang malah berubah jadi tampan.” aku pikir, bener juga ucapannya, hehe.. memang Vran itu tampan.

beberapa bulan berlalu, ujian semester kedua telah selesai. Seharusnya aku libur dirumah, tapi karena ada beberapa urusan, aku kembali ke kampus.  Hanya beberapa hari, lalu kembali pulang ke rumah. aku menaiki taksi, disebelah kananku bapak-bapak setengah baya, asyik mengotak-atik hape-nya. Selama perjalanan, pikiranku masih melayang jauh. Yups, janjiku pada temenku si Izky, aku bakalan buatin dia cerpen. Ceritanya antara dia dengan Vran.

Aku bahkan tidak mengetahui banyak tentang Vran, terutama perasaannya dengan Izky sendiri. Aku malah bingung, terpaksalah aku men-chat  Vran. Tujuannya hanya ingin tau, apakah Vran itu ada perasaan yang sama atau sekedar teman dengan Izky. Sebelum pulang ke rumah, aku sempatkan buka FB di perpus. Ternyata pesanku dibalas oleh Vran. Dan jawabannya, singkat, padat dan jelas. Mbak Izky, sahabat aja kok. Jawabannya bikin aku galau, tanpa basa-basi aku kembali membalas pesannya, ku ungkapkan perasaan Izky sebenarnya pada Vran, entah akan dibalas atau tidak, aku tidak perduli. Aku Cuma berharap Vran mengerti perasaan Izky terhadapnya.

Namun, muncul beberapa pertanyaan dalam hatiku. Alasan apa Vran bilang begitu?? Dan aku harus bilang apa pada Izky?? Dan akhir dari cerpennya gimana?? Kalau aku bilang sebenarnya dengan Izky, kemudian Izky menyerah dengan perasaannya selama ini, sakit hati pasti iya,, yaa aku tambah galau.

 Aku masih dalam taksi, bapak sebelahku juga masih disebelah. Entah sengaja atau tidak, bapak setengah baya itu menyetel musik, alhasil semua penumpang menoleh ke belakang. Aku pikir itu suara dering hape-ku, ternyata musik di hape-nya. Tambah risih, ternyata yang diputar lagu remix, kepalaku tambah pusing jadinya. Bapak sebelahku itu, mungkin nyadar diri, dia mengganti musiknya dengan lagu lain, Armada- ingin setia. Aku masih memikirkan hal tadi, tapi tiba-tiba, ide cemerlang muncul saat aku dengar reff lagu armada itu.

Ku tak mungkin mencintaimu,
karena hatiku tlah dimiliki dia
Kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati,
 aku hanya ingin setia.

Karena lagu ini mengingatkanku kata-kata temanku. “Vran itu orang yang setia lho, buktinya dia pacaran dengan temanku, cukup lama. Tau nggak siapa yang nyomblanginnya??” “siapa??” ucapku polos. “ya sapa lagi kalau bukan aku, haha... gini-gini soal comblang, aku jagonya.”ucapnya. “jiaahh sombong nih yee, sampe sekarang mereka pacaran??” tanyaku. “mereka putus waktu kelas 3 SMA. Ya, mungkin karena temanku aja yang buat masalah. Kalau Vran sih, dia kan setia.” Aku hanya bilang oh.. “sekarang dia menjalin hubungan pacaran dengan adik kelas, satu SMA juga, malah sampai sekarang.” Akhir ceritanya.

Dan alasan dari Vran mengatakan hal itu, yaa karena seperti lagu armada itu. Vran ingin setia menjalin hubungan dengan kekasihnya. Perasaan Vran dengan Izky, kita bisa menebaknya masing-masing. Akhirnya aku putuskan untuk memberi taukan kepada Izky, ketika cerita ini aku share.

Setelah beberapa hari berlalu, Izky mengirim pesan sms. Aku kaget membacanya, ternyata Izky kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Istilah kerennya, Balikan lagi. Setelah dipikirkan, tak ada salahnya Izky pacaran kembali dengan mantan kekasihnya. Aku malah bersyukur dengan hal itu, paling tidak setelah Izky tau akan jawaban Vran, sakit hati tak akan membekas lama, karena Izky sekarang bersama mantan kekasihnya (kekasihnya). Aku Cuma bisa berkata selamat buat Izky.


THE END
cerpen spesial buat westy Aqmarcellia Rizky http://cloud13lf.blogspot.com/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar